when my life speaks out
RSS
Welcome to flakes of my life!
“Kau tak mungkin melupakan dia yang kau cintai. Kau hanya mampu menerima kenyataan bahwa sudah bukan kau lagi yang menemani hari-harinya.”

— Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)

“Jika saya mendadak menjadi banyak bicara tanpa sebab, dan juga sering menghubungi kamu, seharusnya kamu tahu; ada rindu yang malu-malu.”

— Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)

9gag:

Ultra cute pikachu

9gag:

Ultra cute pikachu

coldplaygraphics:

God Put a Smile Upon Your Face/ Talk @ MTV World Stage

karenapuisiituindah:

Aku menyebut namamu pelan-pelan. Ada rindu yang kusampaikan hanya melalui doa pada Tuhan.
Biar saja, Dia yang akan menyampaikan.
- Tia Setiawati Priatna

karenapuisiituindah:

Aku menyebut namamu pelan-pelan.
Ada rindu yang kusampaikan hanya melalui doa pada Tuhan.

Biar saja, Dia yang akan menyampaikan.

- Tia Setiawati Priatna

“Ada yang harus dikatakan dengan penuh kejujuran, sebelum rindu pergi diam-diam atau cinta menjadi enggan berjuang. Isi hatimu, apakah boleh kudengarkan? Karena menerka-nerka, aku sungguh tak pernah suka.”

— Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)

9gag:

My 2 year old boy and his friend. 👫

9gag:

My 2 year old boy and his friend. 👫

9gag:

Hey there! Just Robert riding his bike 🚲

9gag:

Hey there! Just Robert riding his bike 🚲

sheanietyas:

Ada lagulagu yang begitu terputar, ingatan langsung terlempar ke sebuah kenangan. Ada tempat-tempat yang begitu didatangi, pikiran langsung melayang ke sebuah kenangan. Ada wewangian yang begitu terhembus, alam bawah sadar langsung memanggil kenangan. Pada dasarnya kenangan itu mengikuti, begitu kita memutuskan berjalan ke depan.

Ada airmata yang mungkin tumpah, menyesali kenangan yang tidak bisa berulang. Ada senyum lega yang mungkin berburai, mensyukuri kenangan yang akhirnya tercipta. Ada pahit, agar tau rasanya manis. Ada manis, agar tidak lupa bahwa yang ada bukan hanya pahit. Kita punya kenangan, untuk bisa mengambil pelajaran pahitmanis itu. Untuk bisa menemukan pijakan yang cukup mantap dalam melanjutkan perjalanan. Kemana? Kita juga tidak tahu.

Satu semester lalu, bahkan mungkin setahun lalu, ada airmata yang masih tumpah. Ada patahpatah yang meremah, ada pedihpedih yang merajam, hanya dengan mengenang.

Malam ini? Cuma ada senyum lega. Senyum syukur. Senyum bangga. Senyum ikhlas.

Ada halhal yang dibiarkan Tuhan hilang, agar kita menemukan yang baru. Mungkin hal yang lama itu sudah tidak bisa lagi memberi pelajaran, tidak bisa lagi membahagiakan, bukan lagi yang terbaik. Mungkin ada hal baru yang sejak kita belum lahir pun sudah dituliskanNya. Kita akan berpindah. Kita harus bertemu fase demi fase, sebelum sampai pada tujuan akhir. Dan kita harus punya kenangan, mau pahit mau tidak, yang penting kita punya sesuatu untuk dikenang. Untuk dipelajari.

Pada akhirnya semua hanya masalah waktu. Bukan masalah sudah berpengganti atau belum. Pada akhirnya kita butuh jeda, entah panjang entah pendek, untuk menerima bahwa tidak ada kenangan yang bisa berulang. Untuk meyakini bahwa cara Tuhan mengambil kenangan dan tidak mengizinkannya berulang itu berarti bukti bahwa Tuhan sayang. Bahwa kita tidak boleh memakan labi roti yang sudah berjamur. Bahwa untuk tahu akhir kisah berseri, kita harus membeli seri baru setelah selesai membaca satu seri, karena mengulangulang seri yang sama tidak akan membawa pada akhir apaapa.

Pada akhirnya, luka butuh waktu untuk pulih, dengan atau tanpa obat.

Akan sampai juga waktunya, dimana mengenang itu melegakan. Semacam pengingat syukur, berterimakasih pada setiap kesempatan Tuhan yang sudah membiarkan kita menemukan. Yang sudah membuat kita kehilangan. Akan sampai juga waktunya kita menikmati setiap mengenang, tidak lagi berharap terulang, dan justru berterimakasih karena sudah hilang sekalian dan tidak kembali lagi. Waktunya akan sampai. Tinggal bagaimana sikap menghadapinya sejak sekarang, mau mulai ikhlas dan realistis atau tidak..

Karena toh semua kenangan itu pada dasarnya indah. Yang membuatnya berubah rasa hanya masalah tidakbisa berulangnya. Terlalu banyak orang lupa bahwa keindahan itu tidak abadi. Kalau indah terus, kapan kita belajar? Dan yang membuat penerimaan atas fakta bahwa kenangan tidakbisa berulang itu hanyalah..ikhlas.

Kita semua mengenang. Setiap hari. Kita semua memelihara kenangan. Sepanjang hidup. Meski kita samasama tahu, tidak ada kenangan yang berulang. Maka apa menyesalinya akan membuat kenangan itu berulang? Menangisinya, mengutuknya, berpatah karenanya, itu akan mengembalikan keadaan? Tidak. Akan. Pernah.

jangan sampai hanya karema kenangan yang memenjara, gajah dipelupuk mata tak terlihat, sementara semut diujung samudera terlihat. Nanti ketika sadar, menyesalnya berlipatganda.

Mengenanglah, dan berterimakasihlah atas kesempatan menciptakan kenangan baru untuk masa depan di masa sekarang ini. Syukuri mereka yang menjadi bagian didalamnya, karena kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan hilangkan dan menjadikan mereka hanya kenangan juga.

Kita ini bagian dari kenangan yang terus menciptakan kenangan. Kita cuma berpindah dari satu kenangan ke kenangan lain. Maka seharusnya ketika mengenang, kita hanya seperti memutar rekaman perjalanan. Cuma rindu yang boleh ada, bukan sesal, apalagi pilu.

Mengenanglah ;)

(Source: crescenthemum, via ekaagustianingsih)

rismasiti:

Seberapa pun kenal, seberapa pun berharap, seberapa pun cinta, jika memang bukan orang yang tepat, akan selalu ada cara untuk dijauhkan.

Seberapa pun tak kenal, seberapa pun tak ada irisan keperluan, seberapa pun benci, jika memang ia orang yang tepat, akan selalu ada cara untuk didekatkan.

Tuhanlah Sang Pemilik segala cara, tapi saya yakin, doa dan usaha kitalah yang akan jadi pertimbangan terbesar bagi Tuhan untuk menentukan takdir dan caranya :)

(via ekaagustianingsih)

9gag:

Seriously adorable 😊

9gag:

Seriously adorable 😊

9gag:

Solar eclipse above clouds 🌘

9gag:

Solar eclipse above clouds 🌘

Comments